Jumat, 07 Oktober 2011

TONSAWANG IT'S MY LIFE

Tonsawang Desaku Tercinta



Tonsawang adalah sebuah desa yang berada di perbukitan dengan pemandangan yang sangat eksotis. Di perjalanan menuju ke desa ini kita bisa menikmati indahnya pemandangan dua Gunung yang berderetan, dimana Gunung tersebut dinamakan oleh warga setempat Gunug Soputan dan Gunung Manimporok kemudian Pesona Pantai Belang dan sekitarnya.

Saya sangat bersyukur lahir di desa Tonsawang, karena disana saya bisa belajar banyak hal tentang alam yang dapat memberikan kehidupan bagi saya dan orang lain.

Berbagai pengalaman hidup yang saya peroleh di tempat lain membuat saya semakin mengagumi dan ingin menjaga serta melestarikan alam serta budaya di desa Tonsawang.

Untuk itu, wahai engkau saudara dan sahabat-sahabatku marilah kita jaga lingkungan kita dari kekejaman orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.........???????

Berikanlah saran dan masukkan anda untuk Alam dan Negeri Kita Tercinta...!!!



Jayapura 07 Oktober 2011
Junaydi J. Lempoy

Minggu, 18 September 2011

Edisi Jalan-jalan ke Tonsawang

http://touminahasa.blogspot.com/2008/12/edisi-jalan-jalan-ke-tonsawang.html

Mutiara di Balik Bukit

Mutiara di Balik Bukit



Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumberdaya alam, mulai dari Sabang sampai Merauke terhampar gugusan pulau – pulau dengan exotisme yg sangat memanjakan mata. Salah satunya adalah desa Tonsawang, sebuah desa kecil di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Desa yang jaraknya sekitar 80 Km dari Manado ini dapat di tempuh dengan melalui jalan darat menggunakan kendaraan roda 2 maupun empat sekitar 2,5 jam perjalanan. Jalan menuju ke desa tersebut kecil berliku – liku dan menanjak, kondisi jalan sudah mulai rusak, di samping kekurangan tersebut disepanjang jalan disuguhi landscap yang sangat menawan, mulai dari hijaunya perkebunan cengkih dan kelapa, laut dan pulau- pulau kecil di sekitarnya, jadi perjalanan tersebut jauh dari kesan membosankan. Udara segar dan kicau burungpun laksana musik alam yang menambah sempurna keindahan alam yang tersaji. Hamparan – hamparan kebun cengkih dengan buah yang tanpa batas tersaji di sepanjang jalan menuju desa Tonsawang tersebut, ini adalah nilai ekonomis yang sangat tinggi di sebuah desa kecil jauh dari keramaian ibukota yang jarang diperhatikan pemerintah. Untuk desa kecil dengan potensi semelimpah ini sangat di sayangkan kalau pemerintah tidak membantu dalam kelancaran pergerakan ekonomi masyarakat, misalnya dengan pembangunan obyek – obyek vital seperti jalan dan fasilitas kesehatan. Tonsawang adalah sebuah desa kecil dengan potensi perkebunan yang sangat besar, mulai dari kebun cengkih, kelapa, vanili dan pala. Masyarakat yang sangat ramah membuat suasana desa semakin hangat di dalam hawa sejuk kawasan desa. Tonsawang juga penghasil minuman khas minahasa yang sudah banyak dikenal orang yaitu cap tikus. Cap tikus tonsawang terkenal berkualitas tinggi dan berkhasiat. Budaya di Minahasa, cap tikus adalah minuman yang biasa di munum bersama keluarga dan kerabat sebagai sarana berinteraksi antar anggota masyarakat. Tonsawang terdapat pemekaran desa pada tahun 2010 kemarin, menjadi dua desa yaitu Tonsawang dan Tonsawang Satu. Desa Tonsawang terdapat 5 jaga dengan jumlah kepala keluarga sekitar 200 KK sedangkan di Tonsawang satu terdiri dari 4 jaga dengan jumlah kepala keluarga sekitar 150 KK. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani kebun, yang setiap harinya merawat kebun garapannya yaitu cengkih, pala , kelapa dan vanili. Di tonsawang juga terdapat sebuah SMP sebagai sarana untuk mengecam pendidikan anak – anak desa Tonsawang dan sekitarnya. Jalan desa lumayan lebar tetapi belum di perkeras dengan aspal, jalan akses menuju kota kecamatan Tombatu juga belum diperkeras dengan aspal sehingga menyulitkan warga masyarakat dalam interaksi bidang ekonomi,sosial dan budaya. Diharapkan pemerintah serta dinas – dinas terkait dapat memberikan kontribusinya dalam kemajuan masyarakat desa Tonsawang yang penuh dengan potensi dan keindahan alam.(harco)
Diposkan oleh Harcos Blog di Minggu, Januari 16, 2011

Rabu, 11 Mei 2011

format video yang umum di Indonesia adalah :

VCD PAL aspect ratio : 352 X 288, 25fps – Audio : 224Kbps 44.1KHz

DVD PAL aspect ratio : 720 X 576, 25fps – Audio : 224Kbps 48 KHz

“Teknologi harus mempermudah pekerjaan, bukan menambah pusing kepala dan membuang waktu”

Rabu, 09 Maret 2011

Pengertian URL (Uniform Resource Locator) adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. URL pertama kali diciptakan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat mereferensikan pranala ke World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya.